Dengan kaki jenjang yang dimilikinya, Xie Xingfang terlihat lebih cocok untuk menjadi model ketimbang pebulutangkis. Namun, siapa sangka postur tubuhnya itu justru menjadi senjata mematikan bagi dirinya dan berhasil membawa Cina menjuarai Piala Uber.
Dengan badan ramping dan memiliki tinggi 178 cm, Xinfang tentu akan terlihat cocok jika berjalan di atas catwalk. Namun, ia lebih memilih [...]
Mei 18, 2008
Kategori: olah raga . Yang berkaitan:
olah raga . Penulis: wikomanggar . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Jakarta – Keberhasilan tim Uber Indonesia melaju ke final melebihi ekspektasi yang dibebankan selama ini. Susi Susanti pun mengakui bahwa Maria Kristin dkk telah membuatnya bangga.
Dari awal kejuaraan, tim Uber selalu dipandang sebelah mata. Berbeda dengan rekan-rekan putra mereka yang dinilai berpotensi besar menjadi juara, para Srikandi ini tidak cukup diperhitungkan. lanjutkan
Mei 18, 2008
Kategori: olah raga . Yang berkaitan:
sport . Penulis: wikomanggar . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Prof. Dr. Suminto A. Sayuti
Akan tereja kembali disini
sebuah riwayat paling purba
tentang adam yang terusir
tentang usia yang semakin menggigil
diam – diam aku mencintaimu
tidurlah kekasih dalam kalbukubarang sejenak
sementara angin berkesiur membuat siklus
diantara hari – hari meranggas
perjalanan tak berujung
akan bermula kembali disini
sementara resah datang menghardik
sementara hati serasa cabik – cabik
Mei 18, 2008
Kategori: sastra . Yang berkaitan:
puisi, sastra, seni . Penulis: wikomanggar . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Y. Eka Saputra:
Tenang – tenangkan hatimu
dunia kan mengenangmu
segala keajaiban yang tuhan ciptakan
mewujud dijiwamu perempuan
Lepas legakan letihmu
kubalut lara lukamu
sesaat sajak terpaku bisu
rentangkan perlahan sayap cintamu
Matamu bersinar redup
purnama berkabut
lalang lalu jelang syahdu mimpi
Bintang gemintang perlahan berlalu
dibawah tempias gerimis
dimusim lembayung awan petang
mesra mencumbu rembulan
Mei 18, 2008
Kategori: sastra . Yang berkaitan:
puisi, sastra . Penulis: wikomanggar . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
LIDAH seketika itu jadi kelu tak kuasa menjalani fungsinya untuk mengeluarkan sepatah kata sekalipun. Pasalnya? Kerna darah yang sudah mulai membekukah? Sudah sedemikian rupa jauhnya dampaknya, hingga mau mengucap kata hanya tinggal ngap-ngap, tarikan nafas megap-megap tanpa bisa mengeluarkan suara. Tapi sepertinya memang begitulah tatkala telingaku menangkap suara Dokter Delille mengutarakan diagnosa:
Mei 18, 2008
Kategori: sastra . Yang berkaitan:
cerpen, naskah, teater . Penulis: wikomanggar . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar