PRAJURIT JAGA MALAM
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ! (1948)
Siasat, Th [...]
Maret 5, 2009
Kategori: sastra . . Penulis: wikomanggar . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
di balutan siluet jingga ku menanti wanita pertiwi kembali dan mulia
dahagaku berkecamuk dalam – dalam dengan getir
menyaksikan ia tak kunjung datang berlangsir
habiskan gelap dan hilang dan mati
dipangkuannya serasa keagungan abadi di hati
bagai dongeng mengidungkan sepi
lalu mati…
kuingat, saat – saat rambut wanita pertiwi digunduli dan jadilah hutan – hutan yang menjadi taman..
pusat pariwisata yang menggiurkan, namun [...]
Mei 30, 2008
Kategori: sastra . Yang berkaitan:
puisi, sastra . Penulis: wikomanggar . Komentar: 1 Komentar
Oleh : Y. Eka Saputra
Tetes embun dipipimu menggurat luka lama dalam hatimuterjatuh dalam gelombang lara jiwameratapi sunyi
Tatap mata bening membakarkenangan tentang risalah cintayang tertulis ditepian mimpiberdua tak lagi bersama
Puing cinta terpendam dalam masa lalunan tanpa jejakaku berlari sendiri [...]
Mei 22, 2008
Kategori: sastra . . Penulis: wikomanggar . Komentar: 1 Komentar
Prof. Dr. Suminto A. Sayuti
Akan tereja kembali disini
sebuah riwayat paling purba
tentang adam yang terusir
tentang usia yang semakin menggigil
diam – diam aku mencintaimu
tidurlah kekasih dalam kalbukubarang sejenak
sementara angin berkesiur membuat siklus
diantara hari – hari meranggas
perjalanan tak berujung
akan bermula kembali disini
sementara resah datang menghardik
sementara hati serasa cabik – cabik
Mei 18, 2008
Kategori: sastra . Yang berkaitan:
puisi, sastra, seni . Penulis: wikomanggar . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Y. Eka Saputra:
Tenang – tenangkan hatimu
dunia kan mengenangmu
segala keajaiban yang tuhan ciptakan
mewujud dijiwamu perempuan
Lepas legakan letihmu
kubalut lara lukamu
sesaat sajak terpaku bisu
rentangkan perlahan sayap cintamu
Matamu bersinar redup
purnama berkabut
lalang lalu jelang syahdu mimpi
Bintang gemintang perlahan berlalu
dibawah tempias gerimis
dimusim lembayung awan petang
mesra mencumbu rembulan
Mei 18, 2008
Kategori: sastra . Yang berkaitan:
puisi, sastra . Penulis: wikomanggar . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar